RUANG KELAS DIGITAL ADSENSE
 



























 
Stok Ready
Promo
Terlaris
GRATIS
Silahkan Clik Tombol Beli Sekarang dibawah ini,untuk mendapatkan link Download Gratisnya

DISKUSI INI DINILAI.

Analisis Frekuensi Data Kategorik

Seorang mahasiswa UT akan melakukan penelitian tentang kebiasaan berbelanja (spending habits) orang dewasa di kecamatan A.  Sampel acak (random) sebanyak 500 orang dewasa telah terpilih.  Distribusi data sampel berdasarkan kelompok umur  dan distribusi populasi orang dewasa di kecamatan A berdasarkan hasil sensus terakhir ditunjukan dalam tabel berikut.


Kelompok Umur (tahun)   #  dalam sampel     % dalam populasi

18 < 21                       54          13

21 < 30                       63          12

30 < 45                     167          38

45 < 60                      85           15

≥ 60                         131           22

Total                       500           100

Apa yang dapat saudara simpulkan tentang profil kelompok umur orang dewasa dalam data sampel dibandingkan dengan populasinya  atau dengan kalimat lain apakah distribusi data sampel yang diambil mahasiswa tersebut dapat dikatakan representatif ?

Diketahui:

Sampel acak random sebanyak 500 orang KecamatanAKelompok

Umur (tahun)     # dalam sampel    % dalam populasi

18 < 21                            54                        13

21 < 30                             63                        12

30 < 45                           167                        38

45 < 60                             85                        15

≥ 60                                  13                         22

  Total                               500                      100


Menarik sampel sebanyak 500 orang dari populasi karakteristik berikut:

Kelompok    Umur (tahun)            % dalam populasi

18 < 21 =                           13

21 < 30 =                           12

30 < 45 =                           38

45 < 60 =                           15

≥ 60 =                                 22

Total                                 100


Maka akan dapat dihasilkan sebagai berikut:

18 < 21 = 13/100 x 500 = 65

21 < 30 = 12/100 x 500 = 60

30 < 45 = 38/100 x 500 = 190

45 < 60 = 15/100 x 500 = 75

≥ 60 =      22/100 x 500 = 110

 Total Sampel                    500


Penjelasan :

Jika korelasional jumlah sampel minimal untuk memperoleh hasil yang baik adalah 30, sedangkan dalam penelitian eksperimen jumlah sampel minimum 15 dari masing-masing kelompok dan untuk penelitian survey jumlah sampel minimum adalah 100.

Dapat kita simpulkan bahwa teknik penentuan jumlah sampel maupun penentuan sampel sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan dari penelitian. Dengan kata lain, sampel yang diambil secara sembarangan tanpa memperhatikan aturan-aturan dan tujuan dari penelitian itu sendiri tidak akan berhasil memberikan gambaran menyeluruh dari populasi.

Penjelasan :

Apakah Ditribusi data sampel yang diambil dapat dikatakan representatif ?

Berdasarkan umur dalam data sampel dapat dikatakan representatif karena Dapat kita ketahui bahwa representatif adalah data sampel yang benar-benar dapat mewakili dari seluruh populasi yang ada, Jika populasi bersifat homogen, maka sampel bisa diambil dari populasi yang mana saja, namun jika populasi bersifat heterogen, maka sampel harus mewakili dari setiap bagian yang heterogen dari populasi tersebut sehingga hasil penelitian dari sampel dapat terpenuhi terhadap setiap kelompok umur dalam populasinya.

Kesimpulan:

Untuk penelitian Deskriptif, sampel minimum adalah 10%-20% dari populasi. Untuk penelitian korelasional paling tidak 30 subyek (orang). Untuk riset percobaan (eksperimen) paling sedikit 30 orang perkelompok. Penelitian eksperimen yang dikontrol dengan ketat mungkin 15 orang cukup

Metode kuantitatif

Saudara peserta tutorial online. Berdasarkan contoh perhitungan tentang masalah biaya transportasi (transportation cost) pada inisiasi diatas, terlihat bahwa jumlah kapasitas atau sediaan Coca-Colayang dihasilkan ketiga pabrik, dengan jumlah permintaan di pasar, adalah sama, yaitu sama-sama 215.000.000 botol.

Pada kenyataannya, bahwa tidak pernah terjadi atau sangat jarang terjadi kesamaan jumlah sediaan dengan jumlah permintaan. Justru yang terjadi dalam terapan adalah perbedaan antara keduanya. Oleh karena itu, jika dengan menggunakan contoh soal perhitungan transportation cost tersebut, apabila permintaan coca-cola di Sulawesi meningkat menjadi 61.000.000 botol, sehingga total permintaan menjadi 235.000.000 botol, sedangkan kapasitas pabrik tidak berubah, bagaimanakah kita dapat meminimumkan biaya perjalanan barang dari kasus tersebut. Buktikan dengan perhitungan.

Selanjutnya, jika, jumlah kapasitas pabrik meningkat, misalnya menjadi 97.000.000 botol dan total kapasitas ketiga pabrik menjadi 235.000.000 botol dan jumlah permintaan di tiga wilayah pemasaran tidak berubah, bagaimana pula cara kita untuk meminimumkan biaya perjalanan barang dari kasus tersebut. Coba Saudara buktikan kasus diatas dengan perhitungan. Silakan berikan tanggapan saudara

Perhatikan: bahwa aktivitas diskusi akan berkontribusi terhadap penilaian akhir, disamping mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

PENYELESAIAN:

Apabila permintaan cocacola di Sulawesi meningkat menjadi 61.000.000 botol, sehingga total permintaan menjadi 235.000.000 botol, sedangkan kapasitas pabrik tidak berubah, bagaimanakah kita dapat meminimumkan biaya perjalanan barang dari kasus tersebut. Terbukti dengan perhitungan sebagai berikut:

Penyelesaian dengan metode Modified Distribution

Dari / Ke Ambon (A) Padang (B) Sulawesi (C) Kapasitas Pabrik

Bandung (W) 9 7 3 73.000.000  54.000.000 19.000.000

Semarang (H) 20 13 20 75.000.000  52.000.000 23.000.000

Surabaya (P) 10 22 11 87.000.000         49.000.000  38.000.000

Kebutuhan Gudang 54.000.000 120.000.000 61.000.000 235.000.000

Permintaan cocacola di Sulawesi meningkat sebesar 38.000.000 total menjadi 61.000.000. Biaya transformasi:

W-A= 54.000.000 x 9 =   486.000.000

W-B= 19.000.000 x 7 =    133.000.000

H-B = 52.000.000 x 13 =    676.000.000

H-C = 23.000.000 x 20 =    460.000.000

P-B = 49.000.000 x 22 = 1.078.000.000

P-C = 38.000.000 x 11 =    418.000.000 +

                                               3.305.000.000

Jika jumlah kapasitas pabrik meningkat, misalnya menjadi 97.000.000 botol dan total kapasitas ketiga pabrik menjadi 235.000.000 botol dan jumlah permintaan di tiga wilayah pemasaran, tidak berubah, bagaimana pula cara kita untuk meminimumkan biaya perjalanan barang dari kasus tersebut. Terbukti dengan perhitungan sebagai berikut.

Dari / Ke Ambon (A) Padang (B) Sulawesi (C) Kapasitas Pabrik

Bandung (W) 9 7 3 151.000.00   54.000.000 97.000.000

Semarang (H) 20 13 20 34.000.000    11.000.000 23.000.000

Surabaya   (P) 10 22 11 50.000.000     12.000.000 38.000.000

Kebutuhan Gudang 54.000.000 120.000.000 61.000.000 235.000.000

Jumlah Kapasitas Pabrik di Bandung meningkat sebesar 97.000.000 total menjadi 151.000.000. Biaya transformasi:

W-A = 54.000.000 x 9 =   486.000.000

W-B = 97.000.000 x 7 =   679.000.000

H-B         = 11.000.000 x 13 =   143.000.000

H-C        = 23.000.000 x 20 =   460.000.000

P-B    = 12.000.000 x 22 =   264.000.000

P-C         = 38.000.000 x 11 =   418.000.000 +

                                                2.450.000.000

REFERENSI:

BMP - EKMA5103 Metode Kuantitatif

Materi-5 Pengantar Pemograman Linier File

Materi-6 Transportation Cost File

Validasi adalah suatu proses yang dilakukan oleh penyusun atau pengguna instrumen untuk mengumpulkan data secara empiris guna mendukung kesimpulan yang dihasilkan oleh skor instrumen. Sedangkan validitas adalah kemampuan suatu alat ukur untuk mengukur sasaran ukurnya.Dalam mengukur validitas perhatian ditujukan pada isi dan kegunaan instrumen. Validitas terdiri dari validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal meliputi validitas konstruk dan validitas isi, sedangkan validitas eksternal meliputi validitas empiris yang di dalamnya ada validitas kongkuren, validitas prediktif, dan validitas sejenis.


Menurut Sukardi (2013) validitas adalah derajat yang menunjukkan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur. 

Menurut Saifuddin Azwar (2014) bahwa validitas mengacu sejauh mana akurasi suatu tes atau skala dalam menjalankan fungsi pengukurannya.

Pengujian Validitas

1. Validitas Konstruksi (Konstruk)

Untuk menguji validitas konstruksi, dapat digunakan pendapat dari ahli yaitu setelah instrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu. Setelah itu maka diteruskan dengan uji coba instrumen. Pengujian validitas konstruksi dilakukan dengan analisis faktor, dan mengkorelasikan skor faktor dengan skor total.

2. Validitas Isi

Untuk instrumen berbentuk tes, pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Untuk instrumen yang akan mengukur efektivitas pelaksanaan program, maka pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan isi rancangan yang telah ditetapkan.

Persamaan dalam uji validitas instrument non-test.

Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruk (Construct Validity). Menurut Jack R. Fraenkel (dalam Siregar 2010:163) validitas konstruk merupakan yang terluas cakupannya dibanding dengan validitas lainnya, karena melibatkan banyak prosedur termasuk validitas isi dan validitas kriteria.Pengujian Validitas instrument test.

Penelitian berupa achivement test, memiliki nilai benar – salah, maka pengujian validitas item instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus koefisien korelasi biserial. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

3. Validitas Empiris

Validitas empiris instrumen diuji dengan cara membandingkan antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta-fakta empiris yang terjadi di lapangan. Bila terdapat kesamaan antara criteria dalam instrumen dengan fakta di lapangan, maka dapat dinyatakan instrument tersebut mempunyai validitas yang tinggi. Untuk menguji validitas empiris dapat menggunakan analisis korelasi product-moment dengan angka simpangan.


Sistem informasi manajemen

Silahkan memberikan pandangan Anda tentang Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (Human Resources Information System/HRIS). Sampaikan hubungan antara sumber daya dari tiga sistem input yang digunakan manajer untuk memecahkan masalah perencanaan tenaga kerja, perekrutan, pengelolaan tenaga kerja, kompensasi, pembagian benefit sampai pada pelaporan pada lingkungan.



Hubungan antara sumber daya dari tiga sistem Input yang digunakam manajer dalam pemecahan masalah  HRIS (Human Resources Informasi System) yang terdiri atas 3 subsistem dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. SIA (Sistem Informasi Akuntansi). SIA menyediakan data akuntansi bagi HRIS sehingga database berisi gambaran yang lengkap dari sumber daya personil baik keuangan maupun non keuangan.

2. Penelitian Sumber Daya Manusia. Berfungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus. Contoh: Penelitian Suksesi (succession Study), Analisis dan Evaluasi Jabatan (Job Analysis and Evaluation), Penelitian Keluhan (Grievance Studies).

3. Intelijen Sumber Daya Manusia. Berfungsi mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan yang meliputi:

a. Intelijen Pemerintah. Pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan.

b. Intelijen Pemasok. Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan peneriamaan.

c. Intelijen Serikat Pekerja. Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan.

d. Intelijen Masyarakat Global. Masyarakat global menyediakan imnformasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti perumahan, pendidikan, dan rekreasi. Informasi ini digunakan untuk merekrut pegawai dalam skala lokal, nasional dan internasional, dan untuk mengintegrasikan pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya.

e. Intelijen Masyarakat Keuangan. Masyarakat keuangan memberikan data dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perncanaan personil.

f. Intelijen Pesaing. Dalam industri tertentu yang memerlukan pengetahuan dan keahlian yang sangat khusus, seperti industri komputer, sering terjadi perpindahan pegawai dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Sebelum saya memberi pandangan tentang sistem informasi Sumberdaya manusia sebaik kita mengetahui Definisi menurut pendapat para ahli dibawah ini:

Menurut Gomes (2000) adalah salah satu sumber daya yang ada dalam organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas.

Menurut Hasibuan (2002) adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.

Sistem yang menyediakan informasi mengenai SDM perusahaan adalah sistem informasi sumber daya manusia atau HRIS (human resource information system). HRIS merupakan sistem informasi untuk mendukung kegiatan-kegiatan manajer di fungsi sumber daya manusia. Fungsi ini dulunya bernama fungsi department personalia sekarang diubah namanya menjadi fungsi SDM untuk menunjukan bahwa manusia didalam organisasi adalah sumber daya ekonomis yang penting.

Pengertian menurut wikipedia.com, yang dimaksud sumber daya manusia adalah sebuah bentuk interseksi atau pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. 

Sistem informasi sumber daya manusia (SISDM) atau human resourcesinformation system (HRIS) adalah program aplikasi komputer yang mengorganisir tata kelola dan tata laksana manajemen sumber daya manusia di perusahaan guna mendukung proses pengambilan keputusan atau biasa disebut dengan decision support system dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan.

Karakteristik informasi yang dipersiapakan dalam Sistem Informasi Sumberdaya Manusia adalah:

A. Timely (tepat waktu)

Informasi yang disajikan kepada pemakai harus dilakukandengan baik atau benar dan harus up to date, serta diterapkan pada waktuyang layak dan tepat waktu.

B. Accurate (akurat)

Informasi yang dibutuhkan oleh pemakai harus memenuhi tingkatakurasi atau ketepatan yang tinggi, bebas dari pengertian yang menyesatkan,kesalahan material dan dapat diandalkan oleh pemakainya.

C.      Concise (ringkas)

Manajer dapat menyerap banyak informasi yang dibutuhkan dalam situasi tertentu.

D.     Relevant (relevan)

Manajer haruslah mendapatkan hanya informasi yang dibutuhkan dalam situasi ter-tentu.

E. Complete (lengkap)

Manajer harus mendapatkan informasi yang lengkap dan tidak terpotong-potong.

Manajer dalam suatu perusahaan memerlukan informasi yang memiliki karakteritik di atas dalam rangka mengambil suatu keputusan (a decision making).

KESIMPULAN:

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) adalah sebuah sistem berbasis komputer yang berfungsi mengatur, menganalisa dan mengelola sumber daya manusia sehingga diperoleh informasi yang tepat guna pengambilan keputusan. Dalam kegiatannya, HRIS mengelola dan menjalankan sistem administrasi SDM mulai dari perekrutan dan penerimaan, pendidikan dan pelatihan, manajemen data sampai dengan pemberhentian dan administrasi tunjangan. Sedangkan dalam penerapannya, terdapat model HRIS yang didalamnya meliputi subsistem input (berupa SIA, Penelitian SDM dan Intelijen SDM), serta Output (berupa Subsistem Perencanaan Kerja, Perekrutan, Manajemen Angkatan Kerja, Tunjangan, Benefit dan Pelapor Lingkungan.

Dalam pelaksanaanya, kegiatan HRIS dilakukan oleh HRD (Human Resources Departement) yaitu mengelola tentang Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan, Compensation and Benefit, Manajemen Kinerja, Perencanaan Karir, Hubungan Karyawan, Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS.

DAFTAR PUSTAKA:

1. Jogiyanto. Sistem Teknologi Informasi. Andi, Yogyakarta :249 – 257.

2. Cornelius, Nelarine. 2005: 253-5. Information Technology in support of HRM.

3. Raymond Mc Leod,Jr. Sistem Informasi Manajemen. PT Prenhallindo, Jakarta: 523 – 543.

Penerapan DSS di  “Pelabuhan Penyeberangan Juata Tarakan”

Pada era zaman saat ini sangatlah diperlukan pelayanan public yang prima dan bebas kesalahan dari administrasi dalam perkembangan yang begitu cepat seiring dengan  dinamika pertumbuhan ekonomi. Begitu juga dengan perkembangan pelayanan public di Pelabuhan Penyeberangan dari tahun ke tahun telah mengalami pertumbuhan pengembangan kelayakan dalam pelayanan public yang prima. Dengan perkembangan kelayakan keamanan dan ketertiban dalam pelayanan tentu sangat berpengaruh pada  proses pelaksanaan pelayanan melalui penanganan administrasi berbasis komputer.


Sistem aplikasi berbasis komputer untuk menangani administrasi pelayanan public yang digunakan di Pelabuhan Penyeberangan. Jika hal ini dapat direalisasikan dapat memberikan manfaat bagi pimpinan, yang pertama adalah informasi kedatangan dan keberangkatan yang tepat waktu dan dengan mengunakan sisitem aplikasi ini secara online juga mampu melihat informasi pada online untuk penguna jasa (contoh: berbasis web misal : e- Jasa Pelabuhan secara online seperti: e-tiketting, e-pakir berlangganan, e-PKB (penguji kendaraan bermotor))yang sudah ada pada unit lain, di Kota Tarakan. 

Jika hal ini mengunakan dari database Informix ke Database Oracle, dan juga dilakukan rewrite program dari Informix SQL/4GL  ke Oracle Form/Report Developer menjadikan tampilan aplikasi lebih menarik karena dengan tampilan web base sehingga lebih flexible. Dengan menggunakan fitur web util pada oracle, dapat dibuatkan program aplikasi EIS, sehingga membantu manajemen untuk mengambil keputusan.

Pembuatan program mengenai penyampaian informasi dan internet akses pada tingkat top level eksekutif di pelabuhan, dibuat dengan program fitur webutil yang terintegrasi dengan form pada oracle 10g. Executive Information System EIS merupakan salah satu sistem penting dalam mendukung perkembangan suatu perusahaan.

EIS ini merupakan integrasi antara Management Information System dengan Decission Support System yang membantu pihak eksekutif atau pimpinan mendapatkan informasi dan mampu untuk mengidentifikasikan dasar suatu masalah dalam . Berbagai implementasinya, aplikasi ini dibangun berbasiskan komputer dalam bentuk interface berupa form yang menggunakan database.

Hasil yang diperoleh dari sistem ini adalah informasi yang diberikan kepada pihak ekesekutif merupakan informasi yang berhubungan dengan informasi keuangan perusahaan. Analisa yang dibuat mencakup perhitungan klaim, Net Balance, Premium, Inward, Outward, dan system konvensional. 

Dengan EIS ini, manajemen  mempunyai kemampuan untuk menganalisa kendala dalam pelayanan public pada pelabuhan, sehingga dapat memberikan keputusan terutama dalam memberikan kebijakan terutama yang menyakut kondisi cashflow keuangan pada di Dinas Perhubungan Tarakan.

Sistem Informasi Manajemen

Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan manajemen perusahaan adalah Decision Support System atau disingkat DSS. DSS ni merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.


Pendekatan yang paling sering dilakukan dalam proses perancangan pada sebuah DSS adalah dengan menggunakan teknik simulasi yang interaktif, sehingga selain dapat menarik minat manajer untuk menggunakannya, diharapkan system ini dapat merepresentasikan keadaan dunia nyata atau bisnis yang sebenarnya. Hal yang perlu ditekankan adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana (tools) bagi mereka.

DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti “Operation Research” dan “Management Science” , hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual, maka saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relative singkat.

Menurut Laudon dan Laudon (1996: 46) meskipun DSS merupakan bagian dari MIS, namun terdapat perbedaan di antara keduanya. Perbedaan utamanya yaitu:

MIS menghasilkan informasi yang lebih bersifat rutin dan terprogram.

DSS lebih dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan yang spesisfik.


Tipe-tipe DSS

Penting untuk diketahui jika DSS tidak mempunyai suatu model tertentu yang diterima maupun yang dipakai pada seluruh dunia. Selain itu, ada banyak teori DSS yang diimplentasikan, sehingga terdapat berbagai cara untuk mengklasifikasikan DSS tersebut. Berikut ini tipe-tipe DSS yang bisa Anda ketahui:

1. DSS Model Pasif

DSS model pasif ialah model yang hanya mengumpulkan data dan mengorganisirnya dengan efektif. Model ini umumnya tidak akan memberikan suatu keputusan yang khusus atau hanya bisa menampilkan datanya saja. Suatu DSS aktif pada kenyataannya sanggup memproses data dengan secara eksplisit menampilkan berbagai solusi dari data yang sudah terkumpul.

2. DSS Model Aktif.

DSS model aktif kebalikan dari model pasiff. Model ini mampu memproses data dan secara eksplisit menunjukkan solusi dari data yang sudah diperoleh. Meskipun harus diingat bahwa intervensi manusia terhadap data tidak bisa dipungkiri lagi. Contohnya data yang kotor atau data yang sampah tentunya akan menghasilkan keluaran yang kotor pula.

3. Data Driven DSS.

Data Driven DSS akan memfokuskan diri pada pengumpulan data yang akan dimanipulasi supaya cocok dengan kebutuhan pengambil keputusan, bisa berupa data internal atau eksternal dan mempunyai berbagai format. Oleh karena itu, sangat penting bahwa data yang dikumpulkan dan digolongkan secara sekuensial, misalnya data penjualan harian, inventori pada tahun sebelumnya, anggaran operasional dari satu periode ke periode lainnya, dan sebagainya.

4. Knowledge Driven DSS.

Knowledge Driven DSS merupakan tipe DSS yang memakai aturan-aturan tertentu yang disimpan dalam komputer yang nantinya digunakan untuk menentukan apakah keputusan harus diambil. Contohnya, batasan berhenti pada perdagangan bursa.

5. Tipe DSS Lainnya.

Selain keempat tipe DSS di atas, ada pula Model Driven DSS yang digunakan para pengambil keputusan untuk simulasi statistik atau model-model keuangan demi menghasilkan suatu solusi atau strategi tanpa perlu intensif mengumpulkan data. Ada pula DSS yang bersifat kooperatif, yang berarti apabila data dikumpulkan, dianalisa, kemudian diberikan kepada seseorang yang menolong sistem untuk merevisi atau memperbaikinya.

Karakteristik DSS.

Beberapa karakteristik DSS yang membedakan dengan sistem informasi lainnya adalah:

1. Berfungsi untuk membantu proses pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun tidak terstruktur.

2. Bekerja dengan melakukan kombinasi model-model dan tehnik-tehnik analisis dengan memasukkan data yang telah ada dan fungsi pencari informasi.

3. Dibuat dengan menggunakan bentuk yang memudahkan pemakai (user friendly) dengan berbagai instruksi yang interaktif sehingga tidak perlu seorang ahli komputer untuk menggunakannya.

4. Sedapat mungkin dibuat dengan fleksibilitas dan kemampuan adaptasi yang tinggi untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan dalam lingkungan dan kebutuhan pemakai.

5.  Keunikannya terletak pada dimungkinkannya intuisi dan penilaian pribadi pengambil keputusan untuk turut dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Jenis-Jenis DSS

Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS diakuikan oleh Steven L. Alter. Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu :

1. Retrive information element (mengambil elemen informasi)

2. Analyze enteries fles (menganalisis semua file)

3. Prepare report form multiple files(menyiapkan laporan standart dari beberapa files)

4. Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)

5. Propose decision (mengusulkan keputusan)

6. Make decisions (membuat keputusan)

DSS tersusun atas komponen sebagai berikut:

1. Database yaitu kumpulan data yang tersusun secara terstruktur dan dalam format elektronik yang mudah diolah oleh program komputer. Data yang digunakana adalah data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.

2. Model Base : merupakan kumpulan pengetahuan yang sudah diterjemahkan dalam bahasa yang dapat dipahami oleh komputer. termasuk di dalamnya tujuan daripermasalahan (obyektif), komponen-komponen terkait,batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya.

3. Software System : merupakan program utama dalam suatu DSS yang mengendalikan keseluruhan sistem.

4. Antar muka (user interface) : adalah tampilan program komputer.

Manfaat DSS Bagi Perusahaan

1.  Meningkatkan efisiensi pribadi.

2. Mempercepat pemecahan masalh (mempercepat pemecahan masalah kemajuan dalam sebuah organisasi).

3. Memfasilitasi komunikasi antarpribadi.

4. Mempromosikan pembelajaran atau pelatihan.

5. Meningkatkan pengendalian organisasi.

6. Menghasilkan bukti baru untuk mendukung keputusan.

7.  Menciptakan keunggulan kompetitif melalui kompetisi.

8. Mendorong eksplorasi dan penemuan pada bagian dari pengambilan keputusan.

9.   Membantu mengotomasikan proses manajerial.

10. Dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan.

Tujuan DSS

Dalam DSS terdapat tiga tujuan yang harus dicapai yaitu :

1. Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.

2. Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut.

3. Meningkatkan efektivitas manajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efesiensi. 

Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

Penerapan DSS di sebuah perusahaan

Pada dasarnya, konsep implementasi DSS di dunia kerja banyak sekali digunakan oleh berbagai perusahaan berbasis data. Namun, yang paling sering menerapkan DSS adalah Business Intelligence dalam hal pengumpulan data dan presentasi data dalam bentuk Dashboard. Selain itu, bidang industri perusahaan yang bisa dijadikan contoh ialah airline industri atau maskapai penerbangan.

Teknologi aplikasi yang digunakan ialah sistem aplikasi berbasis website dan bisa diakses pada suatu URL tertentu dari PC ataupun smartphone milik pengguna dengan kapasitas minimum, baik kapan saja dan dimana saja pengguna berada. Metodologi, proses, dan perangkat pelaporan Business Intelligence atau BI ialah komponen kunci yang memberikan analisa data, pelaporan, serta monitoring yang kaya pada pengguna sistem.

Pemilihan karyawan yang sesuai dengan criteria yang ada pada suatu jabatan tertentu melalui sistem pendukung keputusan (DSS) untuk proses profile matching dan analisis gap yang dibuat berdasarkan data dan norma-norma sumber daya manusia yang terdapat di perusahaan tersebut.

Proses profile matching dilakukan untuk menentukan rekomendasi karyawan dalam sistem kenaikan jabatan dan perencanaa karir berdasarkan kapasitas intelektual, sikap kerja dan perilaku. Hasil proses ini berupa ranking karyawan sebagai rekomendasi bagi pengambil keputusan untuk memilih karyawan yang cocok pada jabatan yang kosong tersebut.

Alat bantu dalam perencanaan anggaran yang dapat mensimulasikan pengaruh kebijakan manajemen terhadap anggaran operasional, dan menghasilkan informasi keuangan untuk digunakan dalam menetapkan alternatif pemodelan anggaran yang akan diterapkan.

DSS berbasis spreadsheet digunakan untuk menentukan besaran komposisi anggaran operasional pendidikan dari tahun ke tahun dalam bentuk program analisis anggaran.

Penerapan DSS di Unit Pelabuhan 

###

DAFTAR PUSTAKA

Hermawan, J.2005. Membangun Decision Support Systems. Andi. Yogyakarta 

Pressman, R, S.2001. Software Engineering.

Turban, E., Jay, E.A., Ting-Peng, L. 2005. DecisionSupport Systems and Intelligent Systems Edisi 7 jilid 1.Andi: Yogyakarta. 

Putra, Y. M. (2018). Sistem Pengambilan Keputusan. Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen.Jakarta

 PENGERTIAN MANAJEMEN KAS

Kas yaitu nominal uang kontang atau seluruh bentuk aset yang cepat untuk dicairkan yang ada pada perusahaan. Pengertian lain dari kas adalah salah satu bentuk aktiva lancar yang dapat dimanfaatkan dengan segera mungking untk pembayaran kewajiban jangka pendek perusahaan.


Bentuk kas yang seringkali dipakai adalah uang tunai, deposit, money order atau kasbon dan lainnya. Manfaat kas untuk perusahaan adalah dalam pendanaan berhubungan dengan operasional perusahaan, pembiayaan aktiva tetap, berkelanjutan perusahaan (seperti bahan baku, gaji karyawan, sarana operasional) untuk hasil saham, pajak, hutang, dan lain sebagainya.


Manajemen Kas adalah sekupulan aktivitas perkiraan, merencanakan, mengumpulkan, mengeluarkan dan menginvestasikan dari suatu perusahaan supaya dapat beroperasi dengan lancar. Tanpa terdapat manajemen kas yang baik maka suatu perusahaan akan mengalami kebangkrutan karena kurangnya kas, walaupun perusahaan tersebut mendapatkan profit.


MANAJEMEN INVESTASI:

Manajemen investasi adalah manajemen profesional yang mengelola beragam sekuritas atau surat berharga seperti saham obligasi dan aset lainnya seperti properti  dengan tujuan untuk mencapai target investasi yang menguntungkan bagi investor. Investor tersebut dapat berupa institusi ( perusahaan ansuransi, dana pesiun, perusahaan dll) ataupun dapat juga merupakan investor perorangan, di mana sarana yang digunakan biasanya berupa kontrak investasi atau yang umumnya digunakan adalah berupa kontrak investasi kolektif (KIK) seperti reksadana.


Lingkup jasa pelayanan manajemen investasi adalah termasuk melakukan analisis keuangan, pemilihan aset, pemilihan saham, implementasi perencanaan serta melakukan pemantauan terhadap investasi.


Di luar industri keuangan, terminologi "manajemen investasi merujuk pada investasi lainnya selain daripada investasi dibidang keuangan seperti misalnya proyek, merek, paten dan banyak lainnya selain daripada saham dan obligasi.


Manajemen investasi merupakan suatu industri global yang sangat besar serta memegang peran penting dalam pengelolaan triliunan dollar, euro, pound, dan yen.


PENGERTIAN PENGANGGARAN MODAL:

Penganggaran modal (Capital Budgeting) adalah proses kegiatan yang mencakup seluruh aktivitas perencanaan penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat (benefit) pada waktu yang akan datang. Penganggaran modal berkaitan dengan penilaian aktivitas investasi yang diusulkan. Aktivitas suatu investasi ditujukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan selama periode tertentu di waktu yang akan datang, yang mempunyai titik awal (kapan investasi dilaksanakan) dan titik akhir (kapan investasi akan berakhir).


Penganggaran modal meliputi seluruh periode investasi yang mencakup pengeluaran-pengeluaran (cost) dan manfaat (benefit) yang dikuantifikasi, sehingga memungkinkan untuk diadakan penilaian dan membandingkannya dengan alternatif investasi lainnya.


TERI DARI INTERNET


Perencanaan dan Peramalan Keuangan


Menurut Lawrence J. Gitman (2006), Financial Planning adalah “planning that begins with long term, or strategic, financial plans that in turn guide the formulation of short term, or operating, plans and budgets” (p.114). Mengacu pada pendapat Lawrence J. Gitman, perencanaan keuangan dibagi atas dua macam, yaitu:


a.       Perencanaan Keuangan Jangka Panjang (Strategis)


Gambaran besar aktivitas keuangan yang direncanakan oleh perusahaan dan dampak yang dapat diantisipasi akibat aktivitas tersebut dalam periode waktu 2 sampai 10 tahun


b.      Perencanaan Keuangan Jangka Pendek (Operasional)


Gambaran spesifik dari aktivitas keuangan jangka pendek yang dilakukan oleh perusahaan dan dampak dari aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.


Jadi kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa Perencanaan Keuangan merupakan suatu bagian penting dalam keuangan perusahaan. Merupakan bagian penting karena pada perencanaan keuangan, seorang manajer dapat merencanakan langkah – langkah apa yang harus diambil agar perusahaan dapat mencapai tujuannya.


Rencana Operasi


·         Rencana operasi menyediakan pedoman implementasi terperinci, yang didasarkan pada strategi perusahaan, untuk membantu mencapai tujuan perusahaan.


·         Rencana-rencana ini dapat dikembangkan untuk rentang waktu apa pun.


·         Rencana tersebut menjelaskan secara terperinci siapa yang bertanggung jawab untuk setiap fungsi tertentu, kapan tugas tertentu harus diselesaikan, target penjualan dan laba, dst.


Proses Perencanaan Keuangan


Memproyeksikan laporan keuangan dan menggunakannya untuk menganalisis dampak dari rencana operasi terhadap proyeksi laba dan berbagai rasio keuangan.


Menentukan dana yang dibutuhkan untuk mendukung rencana limatahunan.


Meramalkan ketersediaan dana selama lima tahun ke depan.


Menetapkan dan menjaga suatu sistem pengendalian yang mengatur alokasi dan penggunaan dana di dalam perusahaan.


Mengembangkan prosedur guna menyesuaikan rencana dasar jika ramalan ekonomi yang mendasari rencana tersebut tidak terjadi.


Menetapkan suatu sistem kompensasi manajemen berbasis kinerja.


Model Keuangan Terkomputerisasi


·         Kebanyakan model peramalan didasarkan pada program spreadsheet seperti MS Excel.


·         Spreadsheet memiliki keunggulan:


1.      Membuat model spreadsheet lebih cepat dibandingkan dengan membuat ramalan manual jika periode ramalan mencakup satu atau dua tahun


2.      Model spreadsheet dapat mengubah input dan langsung menghitung ulang sehingga hasilnya dapat dengan cepat diketahui.


Manfaat Perencanaan Keuangan:


Mengacu pada Stanley B. Block dan Geofrrey A. Hirt (2002), bahwa manfaat perencanaan keuangan adalah :


1.      Sebagai bahan pertimbangan sebelum pembuatan keputusan mengenai keuangan.


2.      Sebagai dasar penilaian mengenai apakah rencana yang akan dijalankan oleh suatu perusahaan memiliki prospek yang baik atau tidak.


3.      Sebagai standar mengenai kinerja keuangan yang akan mendatang.



DAFTAR PUSTAKA


Adi4shared (2011). “Pengertian Perencanaan”. adipurnama.blogdetik.com 


Brigham, Eugene F dan Joel F. Houston. 2001. Manajemen Keuangan. Jakarta: 

Salemba Empat.


Desya Carceres (2011).“Penyusunan Anggaran Kas”. laclolospalos.blogspot.com


Keowon, Arthur J. dkk. 2001. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: 

Salemba Empat.


Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.


Munandar, M. 2001. Budgeting. Yogyakarta: BPFE

Metodologi

ANALISIS REGRESI

Analisis regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan hubungan sebab-akibat antara satu variabel dengan variabel(-variabel) yang lain. Variabel "penyebab" disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel eksplanatorik, variabel independen, atau secara bebas, variabel X (karena sering kali digambarkan dalam grafik sebagai absis, atau sumbu X). Variabel terkena akibat dikenal sebagai variabel yang dipengaruhi, variabel dependen, variabel terikat, atau variabel Y. Kedua variabel ini dapat merupakan variabel acak (random), namun variabel yang dipengaruhi harus selalu variabel acak.


Analisis regresi adalah salah satu analisis yang paling populer dan luas pemakaiannya. Analisis regresi dipakai secara luas untuk melakukan prediksi dan ramalan, dengan penggunaan yang saling melengkapi dengan bidang pembelajaran mesin. Analisis ini juga digunakan untuk memahami variabel bebas mana saja yang berhubungan dengan variabel terikat, dan untuk mengetahui bentuk-bentuk hubungan tersebut.

Contoh Perhitungan Regresi

Seorang pengusaha bernama Dolce Gabbana ingin meneliti tentang pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan pada butik A. Dari pernyataan tersebut didapat variabel dependen (Y) adalah volume penjualan dan variabel independen (X) adalah biaya promosi. Data-data yang didapat ditabulasikan sebagai berikut:

No Biaya Promosi Volume Penjualan

1                  12                    56

2                 14                     62

3                  13                    60

4                  12                    61

5                  15                     65

6                  13                     66

7                  14                     60

8                 15                      63

9                  13                     65

10                14                     62


Langkah :

Buka file : korelasi & regresiKlik Analyze, klik Regression, dan klik linierKlik dan pindahkan volume penjualan ke kotak dependent dan biaya promosi ke kotak independent dengan mengetik tanda ►Klik statistics pilih estimates, model fit, dan descriptive.Klik continueKlik plotsPada standardized residual plots, pilih histogram dan normal probability plot.Klik continue dan klik OK.


Output pada SPSS dapat dilihat sebagai berikut:


Coefficients
Model                Unstandardized      standardized
                               coefficient                  coefficient              t      Sig. 
                                 B    Std error                   Beta

Biaya promosi        45.286 3.835             0.05                                  1.449
(constant)               11.809                         8.872

Dari hasil perhitungan didapatkan:


Y= a + bx


Konstanta (a) = 45.286; Koefisien Regresi (b) = 1,238; dan t hitung = 1.419

Selanjutnya yaitu menganalisis signifikansi pengaruh variabel independen dengan variabel dependen. Jika ditetapkan hipotesis sebagai berikut:

Tidak ada pengaruh secara signifikan antara biaya promosi dengan volume penjualan

Ada pengaruh signifikan antara biaya promosi dengan volume penjualan

Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%, pengujian 2 sisi, dan derajat kebebasan (df) = n-k-1 = 10-1-1 = 8 (dimana n = jumlah data, k = jumlah variabel independen) maka diperoleh t tabel sebesar 2.30600. (dapat dilihat pada Ms Excel dengan mengetikkan “=tinv(0,05;8)” lalu tekan Enter).

Karena t hitung < t tabel, maka Ha diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh yang signifikan antara biaya promosi dengan volume penjualan.

 ANALISIS JALUR

Dalam statistik, analisis jalur atau biasa lebih dikenal dengan Path Analysis digunakan untuk mengetahui hubungan ketergantungan langsung diantara satu set variabel. Path Analysis adalah model yang serupa dengan model analisis regresi berganda, analisis faktor, analisis korelasi kanonik, analisis diskriminan dan kelompok analisis multivariat yang lebih umum lainnya seperti analisis anova, manova, anacova.

Dalam hal kausalitas, Path Analysis dapat dipandang sebagai analisis yang mirip dengan analisis regresi. Keduanya sama-sama menganalisis model kausalitas. Perbedaannya terletak pada tingkat kerumitan model. Model analisis regresi lebih banyak menganalisis variabel dependent sebagai dampak dari variabel independent. Variabel dependent tersebut tidak memberikan dampak terhadap variabel lainnya. Ketika peneliti dihadapkan pada model dimana variabel dependent menyebabkan variabel dependent lainnya, maka analisis jalur lebih cocok digunakan.


Dalam hal lainnya, analisis jalur juga dapat dilihat sebagai SEM (Structural Equation Modeling) dimana analisis jalur adalah SEM yang hanya memiliki satu indikator, atau model stuktural dari analisis SEM. Perbedaannya adalah analisis jalur hanya menganalisis variabel konstruk, sedangkan pada SEM semua variabel baik variabel indikator maupun variabel konstruk dianalisis secara bersama-sama dalam satu model.


Keunggulan Path Analysis dibandingkan analisis regresi berganda adalah:

1. Peneliti dapat secara simultan mengukur pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen.

2. Peneliti dapat menguji apakah model sudah cukup fit dengan data.

3. Peneliti dapat menguji model yang memiliki permasalahan multikolinieritas (korelasi yang tinggi antara variabel eksogen).

4. Peneliti dapat melakukan pebandingan pengaruh langsung dan tidak langsung dari variabel eksogen terhadap variabel endogen.

 contoh analisis jalur


Analisis Pengaruh Kenyamanan dan Kepuasan Pegawai Terhadap Motivasi Kerja dalam Mencapai Tujuan Organisasi


Variabel Penelitian


X1 = Kenyamanan Pegawai


X2 = Kepuasan Pegawai


X3 = Motivasi kerja


Y  = Tujuan Organisasi


Rumusan Masalah


Berapa besar pengaruh Kenyamanan dan Kepuasan Pegawai Terhadap Motivasi Kerja


Berapa besar pengaruh langsung dan tidak langsung Kenyamanan dan Kepuasan Pegawai Terhadap Motivasi Kerja terhadap pencapaian tujuan organisasi


Desain Diagram


 


X3 = X3X1 +  ρ X3X2 + Є1 …………Substruktural 1


Y = ρ YX1 + ρ YX2 + ρ YX3 + Є2 …………Substruktural 2


B. PENYELESAIAN KASUS


Catatan :


Model diasumsikan telah memenuhi persyaratan analisis jalur meliputi data berskala interval, berdistribusi normal, pemenuhan asumsi linieritas, normalitas, homogen dan terbebas dari masalah multikolinieritas. Pembahasan mengenai hal ini akan dijelaskan secara terpisah sehingga bahasan mengenai interprestasi nilai analisis jalur dengan regresi.


 


 


DAFTAR RUJUKAN


Andi. 2009. SPSS17 untuk Pengolah Data Statistik. Semarang:Wahana Komputer


Hasan M. Iqbal, Ir., M.M. 2005. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Edisi Kedua. Jakarta: PT. Bumi Aksara.


Priyatno Duwi. 2008. Mandiri Belajar SPSS (Statistical Product and Service Solution) Untuk Analisis Data dan Uji Statistik. Yogyakarta: MediaKom.


Sugiyono.2010.  Statistik Untuk Penelitian. Alfabeta : Bandung.

Prilaku organisasi

Teori-Teori tentang Kepuasan Kerja

Menurut Wexley dan Yukl (1977) teori-teori tentang kepuasan kerja ada tiga macam yang lazim dikenal yaitu:

1.Teori Perbandingan Intrapersonal (Discrepancy Theory)

Kepuasan atau ketidakpuasan yang dirasakan oleh individu merupakan hasil dari perbandingan atau kesenjangan yang dilakukan oleh diri sendiri terhadap berbagai macam hal yang sudah diperolehnya dari pekerjaan dan yang menjadi harapannya. Kepuasan akan dirasakan oleh individu tersebut bila perbedaan atau kesenjangan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan kecil, sebaliknya ketidakpuasan akan dirasakan oleh individu bila perbedaan atau kesenjangan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan besar.



2. Teori Keadilan (Equity Theory)

Seseorang akan merasa puas atau tidak puas tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan atau tidak atas suatu situasi. Perasaan equity atau inequity atas suatu situasi diperoleh seseorang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantor, maupunditempat lain.

3. Teori Dua – Faktor (Two Factor Theory)

Prinsip dari teori ini adalah bahwa kepuasan dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda. Menurut teori ini, karakteristik pekerjaan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yang satu dinamakan Dissatisfier atau hygiene factors dan yang lain dinamakan satisfier atau motivators.

Satisfier atau motivators adalah faktor-faktor atau situasi yang dibuktikannya sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari prestasi, pengakuan, wewenang, tanggungjawab dan promosi. Dikatakan tidak adanya kondisi-kondisi ini bukan berarti membuktikan kondisi sangat tidak puas, tetapi kalau ada, akan membentuk motivasi kuat yang menghasilkan prestasi kerja yang baik. Oleh sebab itu faktor ini disebut sebagai pemuas.

Hygiene factors adalah faktor-faktor yang terbukti menjadi sumber kepuasan, terdiri dari gaji, insentif, pengawasan, hubungan pribadi, kondisi kerja dan status. Keberadaan kondisi-kondisi ini tidak selalu menimbulkan kepuasan bagi karyawan, tetapi ketidakberadaannnya dapat menyebabkan ketidakpuasan bagi karyawan. As’ad (2004, p.104). Sebuah kelompok psikolog Universitas Minnesota pada akhir tahun 1950-an membuat suatu program riset yang berhubungan dengan problem umum mengenai penyesuaian kerja. Program ini mengembangkan sebuah kerangka konseptual yang, diberi nama Theory of Work Adjustment (Wayne dan Cascio, 1990, p.277).

Theory of Work Adjustment didasarkan pada hubungan antara individu dengan lingkungan kerjanya. Hubungan tersebut dimulai ketika individu memperlihatkan kemampuan atau keahlian yang memungkinkan untuk memberikan tanggapan terhadap kebutuhan kerja dari suatu lingkungan kerja. Dari lain pihak, lingkungan kerja menyediakan pendorong atau penghargaan tertentu seperti gaji, status, hubungan pribadi, dan lain-lain dalam hubungannya dengan kebutuhan individu.

Jika individu memenuhi persyaratan kerja, maka karyawan akan dianggap sebagai pekerja-pekerja yang memuaskan dan diperkenankan untuk tetap bekerja di dalam badan usaha. Di lain pihak, jika kebutuhan kerja memenuhi kebutuhan individu atau memenuhi kebutuhan kerja, pekerja dianggap sebagai pekerja-pekerja yang puas.

Individu berharap untuk dievaluasi oleh penyelia sebagai pekerja yang memuaskan ketika kemampuan dan keahlian individu memenuhi persyaratan kerja. Apabila pendorong-pendorong dari pekerjaan memenuhi kebutuhan kerja dari individu, mereka diharapkan untuk jadi pekerja yang puas. Seorang karyawan yang puas dan memuaskan diharapkan untuk melaksanakan pekerjaannya. Jika kemampuan dan persyaratan kerja tidak seimbang, maka pengunduran diri, tingkat pergantian, pemecatan dan penurunan jabatan dapat terjadi. Model Theory of Work Adjustment mengukur 20 dimensi yang menjelaskan 20 kebutuhan elemen atau kondisi penguat spesifik yang penting dalam menciptakan kepuasan kerja. Dimensi-dimensi tersebut dijelaskan sebagai berikut:

a. Ability Utilization adalah pemanfaatan kecakapan yang dimiliki oleh karyawan.

b. Achievement adalah prestasi yang dicapai selama bekerja.

c. Activity adalah segala macam bentuk aktivitas yang dilakukan dalam bekerja.

d. Advancement adalah kemajuan atau perkembangan yang dicapai selama bekerja.

e. Authority adalah wewenang yang dimiliki dalam melakukan pekerjaan.

f. Company Policies and Practices adalah kebijakan yang dilakukan adil bagi karyawan.

g. Compensation adalah segala macam bentuk kompensasi yang diberikan kepada para karyawan.

h. Co-workers adalah rekan sekerja yang terlibat langsung dalam pekerjaan.

i. Creativity adalah kreatifitas yang dapat dilakukan dalam melakukan pekerjaan.

j. Independence adalah kemandirian yang dimiliki karyawan dalam bekerja.

k. Moral values adalah nilai-nilai moral yang dimiliki karyawan dalam melakukan pekerjaannya seperti rasa bersalah atau terpaksa.

l. Recognition adalah pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan.

m. Responsibility, tanggung jawab yang diemban dan dimiliki.

n. Security, rasa aman yang dirasakan karyawan terhadap lingkungan kerjanya.

o. Social Service adalah perasaan sosial karyawan terhadap lingkungan kerjanya.

p. Social Status adalah derajat sosial dan harga diri yang dirasakan akibat dari pekerjaan.

q. Supervision-Human Relations adalah dukungan yang diberikan oleh badan usaha terhadap pekerjanya.

r. Supervision-Technical adalah bimbingan dan bantuan teknis yang diberikan atasan kepada karyawan.

s. Variety adalah variasi yang dapat dilakukan karyawan dalam melakukan pekerjaannya.

t. Working Conditions, keadaan tempat kerja dimana karyawan melakukan pekerjaannya.

Hipotesis pokok dart Theory of Work Adjustment adalah bahwa kepuasan kerja merupakan fungsi dari hubungan antara sistem pendorong dari lingkungan kerja dengan kebutuhan individu

Dampak Kepuasan dan Ketidakpuasan Kerja

1. Produktifitas atau kinerja (Unjuk Kerja)

Lawler dan Porter mengharapkan produktivitas yang tinggi menyebabkan peningkatan dari kepuasan kerja hanya jika tenaga kerja mempersepsikan bahwa ganjaran instrinsik dan ganjaran ekstrinsik yang diterima kedua-duanya adil dan wajar dan diasosiasikan dengan unjuk kerja yang unggul. Jika tenaga kerja tidak mempersepsikan ganjaran intrinsik dan ekstrinsik yang berasosiasi dengan unjuk kerja, maka kenaikan dalam unjuk kerja tidak akan berkorelasi dengan kenaikan dalam kepuasan kerja. Asad (2004, p. 113).

2. Ketidakhadiran dan Turn Over

Porter & Steers mengatakan bahwa ketidakhadiran dan berhenti bekerja merupakan jenis jawaban yang secara kualitatif berbeda. Ketidakhadiran lebih bersifat spontan sifatnya dan dengan demikian kurang mungkin mencerminkan ketidakpuasan kerja. dalam Asad (2004, p.115). Lain halnya dengan berhenti bekerja atau keluar dari pekerjaan, lebih besar

kemungkinannya berhubungan dengan ketidakpuaan kerja. Menurut Robbins (1996) ketidakpuasan kerja pada tenaga kerja atau karyawan dapat diungkapkan ke dalam berbagai macam cara. Misalnya, selain meninggalkan pekerjaan, karyawan dapat mengeluh, membangkang, mencuri barang milik organisasi, menghindari sebagian dari tanggung jawab pekerjaan mereka.

Empat cara mengungkapkan ketidakpuasan karyawan, (p. 205) :

1. Keluar (Exit): Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan meninggalkan pekerjaan. Termasuk mencari pekerjaan lain.

2. Menyuarakan (Voice): Ketidakpuasan kerja yang diungkap melalui usaha aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi termasuk memberikan saran perbaikan, mendiskusikan masalah dengan atasannya.

3. Mengabaikan (Neglect): Kepuasan kerja yang diungkapkan melalui sikap membiarkan keadaan menjadi lebih buruk, termasuk misalnya sering absen atau dating terlambat, upaya berkurang, kesalahan yang dibuat makin banyak.

4. Kesetiaan (Loyalty): Ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan menunggu secara pasif sampai kondisinya menjadi lebih baik, termasuk membela perusahaan terhadap kritik dari luar dan percaya bahwa organisasi dan manajemen akan melakukan hal yang tepat untuk memperbaiki kondisi.

5. Kesehatan

Meskipun jelas bahwa kepuasan kerja berhubungan dengan kesehatan, hubungan kausalnya masih tidak jelas. Diduga bahwa kepuasan kerja menunjang tingkat dari fungsi fisik mental dan kepuasan sendiri merupakan tanda dari kesehatan. Tingkat dari kepuasan kerja dan kesehatan mungkin saling mengukuhkan sehingga peningkatan dari yang satu dapat meningkatkan yang lain dan sebaliknya penurunan yang satu mempunyai akibat yang negatif.

DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Malayu S.P. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : CV.

Bumi Aksara.

Kinicki dan Kreitner. 2001. Human Resources Management. New York : Mc

Graw-Hill International.

Mangkunegara, Anwar. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.

Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Munandar, A.S. 2008. Psikologi Industri & Organisasi. Jakarta : Universitas

Indonesia.

Robbins, Stephen P. 2012. Perilaku Organisasi Edisi 12. Jakarta : Salemba Empat.